Teks/Dicetak
Semua Boleh Pergi, Kecuali Ibu
Bu, dunia menelanku bulat-bulat. Aku hidup, tetapi rasanya sudah mati berkali-kali. Di tengah sekarat yang tak berdarah ini, hanya satu yang membuatku tetap bertahan: keyakinan bahwa Ibu tak pernah berhenti menungguku pulang. Ibu yang menatapku lama meski seisi dunia sudah muak. Ibu yang tetap memanggil 'anakku' saat orang lain menyebutku 'pecundang'.
Bu, aku bukan anak yang kuat. Aku hanya pandai menyembunyikan rapuhku di balik kalimat "Semua baik-baik saja."
Maka, biarlah dunia mematahkan segalanya, asalkan ibu tidak pergi dan tidak menjadi sebab aku terluka.
Tidak tersedia versi lain